Friday, March 13, 2015

Drama BreastFeeding

Assalamualaikum Wr,Wb,

Menyusui itu seperti orang tersesat, maka dari itu harus selalu membawa Peta

Yaap, kalimat itu pernah saya baca disalah satu akun dokter Laktasi di twitter nya dan menurut saya perumpamaan itu sangat benar adanya.
Selama masa hamil dan cuti belum tiba, dikantor saya selalu menyempatkan diri untuk browsing-browsing tentang kehamilan, proses melahirkan dan menyusui. Selama hamil pun saya selalu rajin membersihkan bagian payudara yang katanya harus dibersihkan agar bisa keluar ASInya. Ditambah lagi saya percaya bahwa bayi baru lahir punya cadangan 3 hari di dalam perutnya jadi masih bisa bertahan tanpa asupan makanan.

Dan drama itu pun dimulai,
Setelah melahirkan ASI saya tidak langsung keluar. IMD pun tidak berlangsung lama, kautsar dibersihkan dan dia pun anteng tertidur. Saya pun lelah pasca proses persalinan yang memakan waktu 12 jam tapi tetep tidak bisa tidur karena masih banyak tamu yang datang. Itulah penyebab jarang sekali bounding ke bayi karena perasaan lelah tadi.  Hari pertama Kautsar lahir belum tersentuh ASI dan bermodalkan Tahnik saja L

Pagi hari pun tiba, Kautsar pertama kali merasakan mandi. Bu Bidan pun mengajari saya agar memijat Payudara agar keluar. Keluar hanya sedikit-sedikit. Dan Kautsar pun belum bisa menyusu. Malah dikasihkan air madu oleh neneknya yang setelah saya tau ternyata belum boleh diberikan untuk bayi dibawah 1 tahun. Kautsar maafkan kesalahan mamy mu ini nak. Walaupun ASI belum keluar tapi saya selalu usaha untuk di pompa agar memancing keluar. Alhamdulillah keluar kuning-kuning  walaupun masih dikit, setelah di pompa kemudian di teteskan ke Kautsar. Kemudian Malamnya saya meminta tolong adik kelas saya yang anaknya laki-laki dan berusia 1 tahun untuk memberikan ASI nya, Alhamdulillah hari malam ke 2 , Kautsar minum ASI.

Hari ke-3 , ASI belum keluar juga. Ya Allah saya mulai desperado L. Kautsar pagi nya pun uda demam, ya dia demam dan menangis terus. Buang air kecil nya pun jarang sekali. Sepertinya dia mulai dehidrasi. Disini saya mulai merasa gagal jadi seorang Ibu, tidak bisa memberikan hak anak sepenuhnya. Tanpa pikir panjang, Kautsar dibelikan sufor oleh Papy nya dengan catatan hanya sementara sampai ASI saya keluar. Pada hari itu setiap Kautsar nangis saya pun menangis tapi sembunyi-sembunyi biar tidak ada orang lain tau. Kautsar, sekali lagi maafkan Mamy ya.
Kautsar diberikan sufor menggunakan media pipet karena saya takut dia jadi bingung puting apabila menggunakan dot, nanti malah makin drama lagi kalau sampai bingung puting. Alhamdulillah demamnya turun berarti Kautsar tidak dehidrasi lagi. Saya berniat untuk ke dokter Laktasi besoknya untuk menanyakan kenapa ASI saya belum keluar juga. Kemudian malam harinya saya meminta saran kepada teman saya ter-best yaitu Annisa , apa yang harus aku lakukan ? #tsaah. Dia menyarankan saya untuk pijat oksitosin dengan Link yang bisa dilihat di youtube. Kemudian saya meminta tolong untuk Papy mempraktekannya.

Hari ke-4, bangun tidur Alhamdulillah payudara saya mulai kencang dan membengkak. Mulailah disusukan ke Kautsar dan dia cepat belajar. Senangnya luaaaaar biasa bisa menyusui anak sendiri. Alhamdulillah ya Allah, dengan segala usaha dari mulai makan sayur katuk, jagung, minum susu dan yang terakhir pijat oksitosin sama si Papy akhirnya keluar juga, dereeees banjir.

Banyak sekali yang saya ambil dari proses menyusui Kautsar untuk pertama kali nya yaitu sabar, pasrah dan ikhtiar, Bounding dengan anak juga sangat penting, maka dari itu alangkah baiknya kalau menjenguk yang baru melahirkan 1-2 minggu setelahnya agar si Ibu bisa istirahat terlebih dahulu.

Kautsar sebentar lagi 6 bulan yang artinya dia akan lulus ASIX ( ASI Eksklusif) walaupun 1 hari sufor, hehe tetap akan saya tulis ASIX :D



Monday, January 19, 2015

Kelahiran Putra Pertama

Assalamualaikum *sambil tiup-tiup debu blog yang lama ga ditulis


Alhamdulillah, setelah hamil dengan berbagai macam kemudahan yang diberi Allah akhirnya bisa merasakan proses melahirkan. Katanya sih wanita hamil dan melahirkan berarti sudah menjadi wanita sesungguhnya dan merasakan rasanya menjadi seorang IBU.

dengan kembalinya saya di dunia per-blog-an saya akan bercerita tentang proses kelahiran anak pertama saya yang terjadi di bulan Oktober 2014. Bismillah

Senin , 15 September 2014
Mulai cuti dari pekerjaan si usia kandungan 37week. Belum ada tanda-tanda

Selama cuti kerjaan saya cuma senam hamil referensi dari yutub, jalan pagi dan sore sama ngepel jongkok (tapi ngepelnya jarang sih, hehe)


Sabtu, 27 September 2014
Periksa ke dokter Annisar di RS As-Syifa umtuk menengok keadaan calon bayi. Kata dokter bagus semua. Kemudian dokter menanyakan apakah sudah tes panggul sebelumnya, dan saya jawab belum. Saya kira di cek panggul itu diukur panggulnya dengan semacam penggaris. Tapi ternyata diperiksa bagian dalam yang rasanya maknyusss. Kata dokter sudah pembukaan 1 sempit dan kemungkinan minggu depan kayaknya sudah lahir. Perasaan saya sangat senang saat mendengar itu apalagi sebentar lagi akan bertemu kesayangan yang ditunggu-tunggu selama 9 bulan ini

Kamis, 2 Oktober 2014à Due date
Harapan saya bisa melahirkan di tanggal 1 Oktober 2014 karena bertepatan dengan moment penting dengan saya dan suami. Saya selalu sounding ke calon bayi dari awal hamil untuk bisa lahir tanggal yang saya impikan ternyata sampai tanggal 2 pun belum ada tanda-tanda.
Oke saya periksa ke Bu Bidan dan disana saya bilang kalau kata Dokter sudah pembukaan 1 sempit, setelah di cek dalam (lagi-lagi saya benci merasakan seperti ini) kata Bubid masih jauh dan belum ada pembukaan. Perasaan saya langsung sedih dan kepercayaan diri saya menurun. Pikiran sudah kemana-mana apalagi impian saya bisa merasakan persalinan secara normal menjadi semakin jauh setelah Bubid bilang kalau sampai Jumat depan (10 Oktober 2014) belum ada tanda-tanda saya akan induks.

Jumat, 3 Oktober 2014
Setelah di cek bagian dalam semalam, saya bleeding dan saya agak panik apakah saya akan lahiran. Kemudian balik lagi ke bubidan, di cek lagi bagian dalam (euhh lagi-lagi) katanya mungkin efek dari cek semalam. Hmmm

Sabtu, 4 Oktober 2014
Waktunya suami libur dan mengajak jalan-jalan ke ITC Depok sekalian makan hokben dan suami beli henpon baru. Kali aja nanti bisa buat Foto Bayi, hehehe kemudian kami pulang ke kontrakan dan bersiap esokkannya sholat idul adha di rumah orang tua.

Minggu, 5 Oktober 2014
Bangun subuh bergegas ke rumah orang tua setelah BAK ada flek dan saya tidak jadi solat, hanya menunggu dirumah saja. Jam  09:00 pagi setelah suami dan orang tua selesai solat dan saya mau buang air kecil saya merasakan keram dan sakit yang luar biasa namun hanya 1 menitan sampai tidak bisa bergerak namun setelahnya saya masih bisa melanjutkan BAK nya. Saya tidak ada curiga sekali saat itu.

Sore harinya sekitar jam 5 saya mengantarkan hadnan keponakan saya untuk membeli jajan kesukannya, disana saya bertemu dengan tetangga dan berbincang-bincang. Kemudian sakit itu datang lagi saya masih belum curiga saya pikir karena keletihan saja.

Malam harinya sekitar jam 20:30 sakit itu datang lagi dan lebih intens, sampai saya meringis kesakitan. Adik saya yang saat itu sedang main henpon melihat kondisi saya namun saya larang beritahu ke mama akan kondisi saya saat itu. Namun karena adik saya bingung dan takut terjadi apa-apa dia pun memanggil mama. Dan kata beliau ini masih lama lahirannya karena belum ada darah keluar. Saya pun syok karena sakitnya sudah luar biasa tapi masih belum pasti keluarnya.

Jam 23:30 sakit mulai terasa intens sekitar 10 menit sekali dan lama sekali sakitnya saya pun SMS Bubid menceritakan kondisi saya saat itu, dan Bubid saya yang baik hati itu pun meminta saya untuk ketempat prakteknya yang hanya berkisar 20meter dari rumah. Saya agak trauma ke Bubid setelah bleeding sehabis periksa dalam, jadi niat saya nanti subuh saja tapi bubid saya menelpon dan menyuruh segera kerumahnya untuk diperiksa. Portal komplek perumahannya Bubid pun sudah ditutup dan terpaksa lompat portal *mantab kan

Senin, 6 Oktober 2014
Dirumah bu bidan sekitar jam 1 pagi ternyata sudah pembukaan 2 lebar. Woaa sakitnya sudah luar biasa itu masih bukaan 2. Bubid menyuruh pulang lagi dan datang saat subuh.

Disitulah proses kontraksi saya tahan sendiri bersama mama yang menemani sambil memijat punggung saya saat kontraksi itu datang. Dikasih makanan pun keluar lagi, jadi modal saya hanya minum saja. Ngomong-ngomong suami sedang tidur di kontrakan karena besokannya suami kerja, kurang jadi suami siaga nih pak, hiiikss

Jam 4 pagi dan kontraksi mulai intens 5 menit sekali, saya pun menelpon pak suami dan ternyata dia sedang tertidur pulas dan akhirnya saya menelpon adik ipar saya untuk membangunkan. Singkat cerita pak suami datang jam 5 pagi untuk mengantarkan saya ke bu bidan, alhamdulillahnya portalnya uda terbuka jam segini jadi ga perlu lompat lagi.

Sesampainya disana disambut oleh Bubid yang sedang persiapan untuk melahirkan, oh iya dua hari sebelumnya ditempat bubid juga baru ada yang melahirkan dan saya di doakan oleh ibu tersebut untuk segera menyusul. Selain dengan Bidan Mirna saya juga dibantu oleh Bidan Novi, emm entah itu bidan atau bukan tapi assistentnya bidan mirna, hehehe

Disuruh BAK namun tidak bisa keluar, entah mungkin urat reflex saluran kencing saya sudah tidak berfungsi lagi, hiks jadi dipaksa menggunakan pispot dan selang. Kemudian di chek lagi (I hate this part so much) ternyata sudah masuk bukaan 5. Sakitnya kontraksi sudah tidak bisa ditahan lagi, hanya bisa istigfar dan meringis kesakitan. Kemudian diberikan minuman susu kambing agar ada asupan makanan *eh minuman yang masuk.

08:30
Pembukaan 10 lengkap, air ketuban pun sengaja dipecahkan L , mulai disuntikan perangsang agar merasa mulas

09:00
Sudah mulai mengejan, tapi kok ya susah sekali rasanya. Ternyata mengejan yang benar saat melahirkan yaitu seperti mengejan saat BAB sembelit dan keras. fiuuuh lupa teorinya.

10:00
Calon debay belum juga lahir, tenaga uda mulai habis, suntikan perangsang mules udah 4 kali diberikan. Jalan lahir pun sudah dipaksa melebar. Sayapun tak sengaja melihat mama yang sudah lemas dan matanya pun berkaca-kaca.

10:45
Mulai dipasang selang untuk oksigen, udah engap-engapan, lemas, dan mulai pasrah *tapi masih belum ikhlas, Bidan bantuan pun datang, well ada 3 bidan yang bantuin proses lahiran anak saya. Suami dan Mama pun diminta keluar bubid mulai siap-siap melakukan rujuk ke RS

11:00
Bubid berkata ke keluarga kalau 15 menit lagi belum lahir juga terpaksa kita rujuk ke RS. Ya Allah saat itu langsung terbayang akan di operasi saecar dan sakit setelahnya.

11:10
Dengan tenaga-tenaga sisa untuk mengejan dan saya bertekad untuk terus mengejan sampai keluar agar tidak operasi, sampai ternyata bayi saya sudah keluarpun saya tidak terasa dan masih terus mengejan. Alhamdulillah ya ALLAH akhirnya. Namun sang bayi tidak langsung menangis, dia pun diberikan selang dulu untuk bernafas kemudian barulah terdengar suara tangisan yang kencang sekali *tess air mata saya pun mengalir* ternyata bayi saya menelan ketuban yang sudah hijau. Namun Alhamdulillah dia baik-baik saja dan bisa menangis di pelukan saya.

Sayangnya proses IMD nya tidak berlangsung lama dan bayi keburu dibersihkan.

Tidak bosan-bosannya saya berterima kasih kepada ALLAH SWT yang telah mengijinkan saya melahirkan secara normal spontan. Mama yang senantiasa mendampingi kontraksi dan memijat punggung saya saat kontraksi datang serta doa nya yang menghiasi, dan suami yang mendampingi walau tidak sampai tuntas.

Kautsar Adya Permadi, Telaga Surga Putra Pertama dari Eko Permadi, Kautsar bisa diartikan juga nikmat yang melimpah. Selamat datang ke dunia nak, semoga jadi anak soleh, kebanggaan mamy papy dan bisa jadi hafidz Quran. Aamiin Allahuma Aamiin


Kautsar usia seminggu




happy 2month

Next post tentang proses breastfeeding

Wassalamualaikum

-achazellacious-





Wednesday, August 13, 2014

Kontrol ke SpOg

Assalamualaikum deary,

Selama kehamilan ini pengen posting tentang petualangan ku mencari SpOg dari awal hamil sampai saat ini di usia kehamilan 33 minggu. Soal konsulatsi pada dokter ternyata saya adalah orang yang gampang puas dalam menerima pendapat dari seseorang nakes, apalagi selama dokter atau bidan nya membicarakan yang positif-positif aja bagi saya itu sudah cukup dan senang. Oh iya selain dokter saya juga rutin ke bidan. 

Pertama Kali Kontrol
Setelah test pack itu bergaris 2 (walaupun samar) saya pun langsung buru-buru ke SpOg tepatnya seminggu setelah haid telat. Pada saat itu saya akui saya adalah orang calon bumil yang percaya diri, hehe  karena di usia kandungan yang masih sangat muda ini biasanya belum terlihat kantung janin via usg perut maupun usg transV. Berbekal kartu asuransi dari kantor maka saya ke RS yang  bisa cover asuransi saya maka saya dan suami memilih periksa perdana di RS GPI, kukusan Depok. Saya ingat sekali waktu itu masih pagi sekitar jam 9 dan saya dapat nomor antrian 4 ke dokter yang jaga pada saat itu yaitu Dokter Dewi. Setelah berbincang-bincang sebentar menanyakan HPHT dan keluhan saya barulah disuruh rebahan ke tempat tidur dan asisten dokternya ngolesin gel dingin ke perut saya. Oia karena perdana juga jd hubby takut gitu minta izin ke dokter buat liat lebih dekat calon anaknya, hubby cuma duduk di sofa dan ngeliatin dari jauh, hehehe payah ya dia.
Setelah perut rata saya agak ditekan-tekan sama dokter dewi akhirnya terlihat juga kantong janinnya di perut bagian kiri. Alhamdulillah hebat juga nih calon anakku uda narsis, pikir saya waktu itu, hehehe. Setelah diperiksa diberi 3 jenis obat yang mana setelah itu keluar dan bayar. Well, pada saat ini belum banyak pertanyaan yang saya ajukan ke dokter karena saya masih amazing gitu bakal ada manusia yang lahir dari rahim saya. Aahhh takjub-takjub lebai gitu. 
RS GPI ini nyaman banget tempatnya, tapi yang ga enak adalah karena saya itu adalah peserta asuransi jadi entah mengapa lama sekali selesai administrasinya. Kontrol ke dokter cuma 15 menitan, nunggu administrasi bisa sampai 2 jam lebih, hiikss nasib warga gratisan.

Kontrol ke Bidan
Setelah dinyatakan hamil, saya pun mencari alternatif nakes (tenaga kesehatan) lain yang lebih hemat dikantong yaitu Bidan. Ya wajar sih namanya dokter sama bidan pasti beda harganya, apalagi kalo di bidan itu praktek di rumahnya sendiri jadi lebih hemat biaya. Karena saya ingin melahirkan di dekat rumah orang tua maka cari bidan yang deket. Maka saya coba ke Bidan Mirna yang cuma tinggal ngesot dari rumah mama, hehehe. Oia ternyata Bidan Mirna ini juga bidan yang membantu persalinannya teman saya Amal. Saya kesana saat usia kandungan sekitar 8 minggu terus di olesin gel juga untuk didengarkan jantungnya tapi saat itu belum terdengar detak jantungnya :((. Kontrol di bidan menurutku kurang seru sih, karena ga ada gambarnya si baby hehee dan cuma di raba aja, tapi kalau di bidan itu lebih lama konsultasinya sampai bingung mau nanya apa lagi dan yang utama, MURAH. hehehe pertama kali kontrol kalau ga salah cuma 30ribu tanpa obat karena obat dari bu dokter masih ada. hehehehe
Kontrol ke bidan ini saya lakukan setiap bulan karena memang kan targetnya mau lahiran sama bu bidan aja. Aamiin

Kontrol saat 16 minggu
Karena ke bidan tidak dapat melihat gambaran perkembangan bayi, maka saya memutuskan di minggu ke 16 kembali periksa di RS GPI karena saya agak cemas apakah bayi saya berkembang baik atau tidak. Hal ini akibat saya stress memikirkan info yang saya googling dan baca-baca kisah dari ibu hamil yang lain, hehehe jadi jangan ditiru ya stressnya. Disana berjumpa lagi sama dokter Dewi, alhamdulillah calon bayi sudah berbentuk dan sehat. Padahal di usia kandungan itu masih morning sickness dan ke kantor naik motor loh.

Gerakan Pertama
Alhamdulillah saya bisa merasakan gerakan si kakak bayi ini untuk pertama kalinya di usia tepat 20 minggu alias 4 bulan saat saya menginap dirumah mama. Kejadiannya malam hari tanggal 14 Mei 2914. Gerakannya kaya kedut-kedut gitu dan kerasa tangannya. Subhanallah, senang rasanya berarti Allah sudah meniupkan ruhnya.

Saat Sakit itu tiba
Kondisi badan sudah tidak fit di usia 22 minggu dan saya kontrol ke dokter Dewi again. Selain saya sudah rindu ingin bertemu kakak bayi juga ingin meminta obat untuk flu saya ini. Kakak sudah diprediksikan jenis kelaminnya dan beratnya saat itu sudah 500 gram.

Hubby Takjub
Perut saya yang masih belum buncit ini, saya dan hubby sering menyempatkan di malam hari untuk berkomunikasi dengan kakak. Tepatnya Usia kandungan 25 minggu gerakan kakak sudah aktif sekali sampai hubby terheran-heran, hehehe. Alhamdulillah Nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?

Mulai ganti SpOg
Usia kandungan 28 minggu saya mulai pindah ke dokter kandungan, setelah 3 kali ke dokter dewi di RS GPI saya dan suami memutuskan ke dokter Annisar di RS ASy Syifa, Parung Bingung Depok. Alasan ganti karena lebih dekat dari rumah mama kalau-kalau bu bidan tidak bisa handle dan alasan kedua yaitu lebih murah, hehehe. Kontrol pertama sudah menunggu dari jam 10:30 baru masuk ruangan jam 13:00 lama banget, entah karena pasiennya banyak atau kontrolnya yang lama. Saat jumpa dokter Annisar beliau orangnya ramah dan  detail sekali periksainnya. ditunjukkin tangan, kaki dan jenis kelaminnya si kakak, beratnya 1300an kata dokter normal dan pada saat itu sedang puasa romadhon. Alhamdulillah selama puasa si kakak kuat, tapi mamy nya yang ga kuat apalagi kalau sudah haus. hmmm jadinya ga full deh puasanya *jedotin kepala.
Sebulan kemudian saat usia kandungan memasuki minggu ke 32, periksa lagi di dokter Annisar. Beratnya normal sekitar 1800an gram dan posisi juga normal (alhamdulillah posisi setiap usg sama dokter dewi ataupun dokter annisar selalu bagus dengan kepala di bawah). Tetapi yang membuat saya sedih adalah plasenta sudah mulai pengapuran tapi alhamdulillahnya lagi plasenta tidak menutupi jalan lahir, padahal seharusnya pengapuran itu terjadi di usia kandungan lebih dari 38 minggu. Walaupun kata dokter annisar itu masih baik-baik saja, tetep sukses bikin saya galau sampai kebawa mimpi :((

Rencananya 2 minggu lagi mau periksa, tapi mau cari second opinion tentang plasenta saya ini tapi bingung mau dimana, belum niat ke dokter dewi karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan :((. Ya bismillah semoga Allah mudahkan dan si plasenta tetep memberikan nustrisi yang baik ke anakku. Aamiin

Sekian dulu ya deary nanti saya update lagi kalau sudah ada kabar.

Wassalamualaikum,
achazellacious


Tuesday, July 22, 2014

SIM Keliling Depok

Assalamualaikum,

 sumber gambar

Tanpa terasa lamanya saya sudah memiliki SIM C selama hampir 5 tahun. Padahal masih terngiang saat membuat SIM C dan ikut tesnya secara tertulis maupun praktek yang dimana kedua tes tersebut saya dinyatakan lolos oleh bapak polisi, kisah yang tak bisa saya lupakan itu sudah saya luapkan disini.

Kemudian tepatnya pada tanggal 21 Juni 2014, saya mengajukan perpanjangan SIM C agar apabila masa berlakunya SIM sudah habis maka saya tidak perlu tes dari ulang. Menurut saya perpanjangan SIM C lebih mudah dibandingkan dengan TES nya pada saat membuat SIM. Yang dibutuhkan hanya modal pulpen dan tangan serta wajah yang cerah saat di foto, hehehe.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah.

Catat jadwal mobil SIM keliling
Jadwal yang tertera adalah dibawah ini, untuk memastikan lebih baik telpon ke POLRES terdekat untuk tau jadwalnya.
1. Hari Senin: Terletak di depan Honda Motor Care yang berada di Jln. Raya Sawangan No.5 Pancoran Mas - Depok
2. Hari Selasa: Terletak di depan Perumahan Mutiara Depok yang berada di Jln. Raya Tole Iskandar Sukmajaya - Depok
3. Hari Rabu: Terletak di parkiran DTC (Depok Food City) diseberang perumahan Maharaja Jln. Raya Sawangan Pancoran Mas - Depok
4. Hari Kamis: Terletak di depan Ramayana Cinere (Perempatan Dinasti) di Jln. Cinere Raya - Depok
Hari Jumat: Terletak di parkiran Detos (Depok Town Square) di Jln. Margonda Raya 1 Pondok Cina - Depok 
5. Hari Sabtu: Terletak di depan Margocity (berseberangan dengan Depok Town Square/Detos) di Jln. Margonda Raya 1 Pondok Cina - Depok
6. Hari Minggu (hanya Minggu ke-2 dan Minggu ke-4): Terletak di depan Ruko Pesona Khayangan di Jln. Raya Juanda No.45 - Depok. Pernah juga saya liat di POM Bensin Pondok Cina.

karena kebetulan suami saya libur, maka saya memilih memperpanjang di Margo City. Letaknya tepat dipojokan parkiran motor, tempatnya sejuk dan ada bangkunya juga untuk menunggu.

Siapkan perlengkapan yang menjadi syarat memperpanjang SIM

1. Fotocopy KTP
2. SIM C yang lama
3. Pulpen
4. Uang sekitar 150ribu

kalau kita lupa biasanya ada mas-mas yang standbye nyiapin untuk fotocopy, pulpen dan laminating di deket mobil sim nya. Kebetulan saya lupa bawa pulpen tapi saya minjem sama orang yang lagi nunggu untuk di foto, hehehe lumayan. Fotocopy uda disiapkan dari rumah. Dan SIM C yang lama saya pandangi terus karena kenang-kenangan membuatnya sangat berharga *lebay. Oh iya dan saya juga berdoa kalau statusnya WANITA bukan PRIA lagi, hehe

Wajah yang FRESH
Setelah proses pengisian data diri selesai, maka selanjutnya menunggu nama kita untuk dipanggil di Mobil SIM itu, biasanya dalam mobil dipanggil 5-6 orang. Kemudian setelah dapat nama dipanggil akan dibacakan kembali data diri dan nama lengkap agar tidak terjadi kesalahan. Setelah itu melakukan Foto. Tunggu 2 menit proses print, taraaa jadi deh SIM nya, kemudian bayar biaya SIM nya 150 ribu rupiah. Alhamdulillah jenis kelamin saya sekarang sudah benar yaitu WANITA, hehehe

Kemudian ada jasa laminating atau lebih tepatnya anti gores di mas-mas yang ada di luar mobil itu, agar SIM kita tetap kinclong gitu. Harganya 5000 rupiah.

Setelah itu pulang deh,

Saran saya, datangnya siangan aja. Biasanya antriannya berkurang jadi prosesnya bisa lebih cepat deh. Waktu itu saya berangkat dari rumah jam 9:30 selesai jam 10:45 yang lama itu dibagian anti goresnya soalnya nempelnya manual dan banyak juga yang minat. Sekian cerita Perpanjangan SIM C saya semoga bermanfaat.

Wassalamualailkum.
achazellacious

Monday, July 21, 2014

Barakallah Fii Umrik

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, tak lupa saya bersyukur tak henti-hentinya kepada ALLAH SWT yang senantiasa begitu baik pada saya dan hamba-hamba lainnya. Tanpa terasa saat ini saya sudah menginjak usia 25 tahun, waaah sudah 1/4 abad usia saya. Namun sayangnya pada saat bertepatan hari ulang tahun saya kurang sehat dan tidak puasa :(.

Usia 25 tahun adalah usia yang banyak dijadikan orang untuk target menikah, ada juga yang menargetkan punya segala impian misalnya, mobil, rumah atau pekerjaan yang layak.

Alhamdulillah di usia saya yang baru ini saya sudah merasakan nikmat menikah dan merasakan kehamilan anak pertama. Saat ini calon kakak bayi sudah aktif bergerak di dalam perut dan tanggal 25 Juli nanti in syaa Allah menginjak usia 7 bulan. Semoga sehat selalu dan bisa bertemu ya nak :)

Oh iya saya juga dapat kado dari kakak saya yang tercinta, termos buat kebutuhan kakak kelak. "Makasih ya Pakde Joko :)". 

Masih banyak impian-impian saya yang belum tercapai, masih banyak yang belum mapan dan stabil. Semoga dengan ditambahnya usia bisa menjadi pribadi yang lebih matang dan mandiri lagi. Aamiin

Wassalamualaikum
acha

Wednesday, July 2, 2014

Musa Bin Hanafi,

Assalamua'laikum,



Minggu-minggu ini sedang kesemsem sama yang namanya Musa. siapakah dia? dia adalah seorang peserta Hafidz Cilik Indonesia berusia 5,5 tahun yang tayang di RCTI. Saat saya menonton acara ini, anak ini sudah hafal 29 Juz, banyak penonton yang menertawakan dia pada saat itu karena jawabannya yang polos seperti anak-anak pada umumnya. Namun ternyata setelah Juri dan penonton melakukan tes kepada bocah cilik asal bangka itu, semuanya terharu dan menitikkan air mata termasuk saya :( . Bahkan sang Juri pun mencium tangan musa karena begitu terharunya.


Saya yakin Musa memiliki kecerdasan yang tinggi dan pasti masih bersifat seperti anak kecil pada umunya. Lesung pipitnya yang menawan dan selalu tersenyum menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Walaupun huruf R nya musa belum terdengar jelas tapi dia sangat fasih mengumandangkan ayat demi ayat. Ahhhh seketika saya jadi jatuh cinta pada anak ini. 

Kemampuan menghafal Musa tak lepas dari orang tua yang juga seorang hafidz. Tak ayal dirumahnya selalu didengarkan ayat Quran. Selalu di Murojaah setiap menjelang subuh dan sehabis solat fardhlu. 

Ya ALLAH semoga kelak keturunan kami juga pandai menghafalkan Alquran dan dapat menerapkan Al Quran dalam kesehariannya.

Aamiin Allahuma Aamiiin

Wasslamu'alaikum
acha




Friday, June 27, 2014

Shalihat Ngabuburit

Assalamualaikum Shalihat,

Alhamdulillah bulan Romadhon telah tiba, bagaimana puasanya? masih semangat kan?

Kali ini Peduli Jilbab Regional Depok akan mengadakan ngabuburit bersama di Masjid Walikota Depok dengan para pembicara-pembicara yang luar biasa hebat loh. Ada mba Aisha Maharani selaku founder +Halal Corner , ustadzah Ela Mansur beliau adalah adik kandung dari Ustad Yusuf Mansur loh dan satu lagi founder Peduli Jilbab yaitu Amalia Dian Ramadhini.

HTM untuk Umum sebesar 35.000 Rupiah, bisa mendengarkan tausiyah dan makanan untuk berbuka. Ayo buruan Daftar :) khusus muslimah aja ya.



Wassalamamualaikum
achazellacious

Marhaban Ya Romadhon

Assalamualaikum Dear,

Alhamdulillah sebentar lagi kita dihadapkan pada Bulan Suci yang penuh berkah, bulan limpahan pahala, bulan dimana tidur pun bernilai ibadah. Subhanallah

Ramadhan tahun ini adalah 1435H, seperti biasa sepertinya ramadhan tahun ini hari pertama puasa mengalami perbedaan antara Muhamaddiyah dan pemerintah. Kali ini tak mau bahas masalah perdebatan ah, saya kali ini mau sharing tentang apa yang saya dapat saat keputrian Muslimah tadi oleh Ustadzah Fathiyah Khotib.Lc. Alhamdulillah, setiap hari kamis di kantor saya selalu diadakan kajian keputrian muslimah. Disana bisa mendapatkan siraman rohani dan juga bisa sharing. Tidak hanya masalah fikih dan agama saja tapi juga mengenai masalah parenting. Ustadzah yang diundang Alhamdulillah memiliki kredibilitas dibidangnya masing-masing jadi sangat mumpuni untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak kita.

Kali ini temanya tentang "Bagaimana Puasa Kita Berbuah Takwa". Apabila kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertemu bulan Romadhon kembali, rencana kegiatan apa saja yang akan kita lakukan di bulan tersebut? Sudah pasti jawabannya Puasa, Solat Tarawih dan kegiatan ibadah lainnya yang bermanfaat. Biasanya semangat kita di awal bulan puasa itu menggebu-gebu, mesjid dimana-mana penuh bahkan sampai ke lahan parkir. Namun setelah di pertengahan bulan semangat itu mulai luntur, Apalagi biasanya ada acara buka bersama dengan keluarga dan teman-teman sejawat, alhasil semangat tarawih pun mulai kendor. Sangat disayangkan sekali bukan?

Surah Al Baqarah 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Menurut surat Quran AL Baqarah 183, Puasa merupakan suatu ibadah yang hanya dijalankan oleh orang yang dipilih oleh Allah, yang percaya akan kuasa Allah dan Puasa juga memberikan ketakwaan. Amalan apa saja yang dilakukan pada saat berpuasa agar menjadi insan yang Takwa? Berikut rinciannya:

1. Salat Tarawih jangan sampai ditinggal
Salat tarawih bisa dilakukan berjamaah ataupun sendiri, jumlah rakaat solatnya yang umum 8 atau 20. Kalaupun kita ikut buka puasa bersama, kita masih bisa melakukannya saat sudah kembali ke rumah. Semangat!

2. Perbanyak Solat Sunah
Pada bulan Romadhon ini solat sunah pun pahala nya sama dengan menunaikan ibadah solat wajib. So, jangan lupa ya untuk melaksanakan solat witir, solat dhuha, solat hajat dan solat sunah rawatib.

3. Tilawah Quran
Perbanyak bacaan Quran, kalau bisa satu bulan 1 Juz. Biasanya untuk wanita agak sulit melakukan ini, maka untuk mengejar apabila sedang halangan bisa dikejar 1 hari dengan 1,5-2 Juz. In syaa Allah setiap huruf quran yang dibaca bernilai pahala.

4. Rutin Sedekah
Pada bulan puasa ini pun juga sangat dianjurkan sedekah, 1ribu/hari, 5ribu/hari atau berapapun yang penting rutin. Oh iya ustadzah fathiyah juga menyarankan apabila sedang tidak berpuasa maka berikan makanan kepada yang berpuasa. In syaa Allah juga mendapatkan pahala orang yang berpuasa. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Yipipiiii!

5. Kejar Lailatul Qadar
Untuk ibadah yang satu ini dilakukan pada 10 terakhir romadhon atau malam-malam ganjil yaitu malam ke 21, 23, 25, 27 atau 29. Ibadah ini pahalanya sama dengan mengejarkan ibadah selama 1000 bulan. Subhanallah sekali, bahkan menurut ustadzah malam ini bisa mengubah takdir seseorang karena pada malam ini malaikat sedang naik turun mengabulkan doa-doa kita ke langit. Ibadah yang lazim dilakukan yaitu i'tikaf di masjid. Namun biasanya untuk para ibu rumah tangga agak kesulitan melakukan hal ini, oleh karena itu tetap dahulukan kewajiban untuk mengurus suami dan anak.

Jangan lupa siapkan perlengkapan hari raya sebulan sebelum puasa, sepeti kue lebaran atau baju lebaran. Supaya saat puasa tidak memikirkan untuk ke mall atau belanja ke tanah abang di siang hari karena godaannya begitu banyak. Kalau memang terlupa atau tidak sempat bisa menggunakan alternatif belanja online. Seperti contohnya Zalora , disana kita bisa memilih koleksi kaftan dari zalora untuk persiapan hari raya kita nanti. Tidak hanya pakaian namun ada juga aksesoris wanita dan perlengkapan untuk pria. Jadi tidak perlu panas-panasan di mall.

Sekian sharing kajian keputrian kali ini, semoga di bulan puasa ini kita mendapatkan ketakwaan dan semangat untuk beribadah lebih baik lagi. Aamiin ya Robbal Alaamiin.

Wassalamualaikum

achazellacious


Wednesday, June 18, 2014

Happy 1st Anniversary

Assalamualaikum Dear,

Alhamdulillahirobbilallamin, tak terasa telah satu tahun sudah saya berstatus sebagai istri. Perasaan baru kemarin masih bolak-balik urus kuliah, merasakan perasaan galau kapan nikah, ehhh sekarang ternyata uda setahun nikah dengan seorang lelaki pilihan hati #uhuuy. Dengan usia yang baru 1 tahun ini saya katakan, Menikah itu menyenangkan, hehehe

Memang tidak semua yang dijalankan selama 1 tahun ini penuh dengan kebahagiaan selalu, namun tetap aja ada konflik, ke tidak sepahaman, masalah keluarga besar dan masalah keuangan. Menikah itu adalah gerbang menuju kedewasaan serta gerbang menuju masalah baru yang lebih rumit. Dulu watku single mungkin tidak memikirkan bagaimana biaya hidup selama 1 bulan, bagaimana komunikasi terhadap tetangga baru dan bagaimana cara urus Kartu keluarga atau hal-hal yang berurusan dengan status baru. 

Yang pasti menikah itu lebih baik daripada pacaran bertahun-tahun. Menikah muda menurut saya juga lebih baik daripada menunda menikah hingga pas usia dan kematangannya, karena setan pasti tak akan henti-hentinya menggoda manusia apalagi yang berpasangan tanpa status menikah. 

Tidak ada sesuatu yang istimewa dari perayaan ini, kami hanya mengingat memory waktu persiapan dan ijab kabul pada tahun lalu. Lucu dan menegangkan. Yang pasti semakin bersyukur sudah diberi pasangan yang ada dalam suka maupun duka.

Malamnya kami dinner di Ortega cabang beji kavling, tempat makan ayam bakar yang uenaaak pake banget. Bumbunya ayam bakarnya meresap sampe ke dalam. Disini suami sampai nambah nasi loh saking lahapnya dia.





Terima kasih ya papy uda sayangin mamy selama setahun ini,
Terima kasih sudah sabar banget ngadepin mamy yang kadang males dan suka kaya anak kecil,
Terima kasih sudah jadi pendengar yang baik saat mamy berkeluh kesah

Semoga kita tetap saling cinta karena Allah, tetap dalam nikmat iman dan islam. Semoga dapat menggapai keluarga sakinah bersamamu wahai imamku :)

Aamiin Allahuma Aamiin

I love u Py

Wassalamualaikum,
achazellacious

Wednesday, June 11, 2014

Sayang Bapak..

Assalamualaikum Deary,

Tetiba mata ini menetesan air mata ketika membaca sebuah artikel ini.
"Wisudawan Ber-IPK 3,96 Itu Diantar Ayahnya dengan Becak"


Perhatian para keluarga wisudawan dan puluhan wartawan langsung tersita pada Raeni, Selasa (10/6). Pasalnya, wisudawan dari Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes ini berangkat ke lokasi wisuda dengan kendaraan yang tidak biasa. Penerima beasiswa Bidikmisi ini diantar oleh ayahnya, Mugiyono, menggunakan becak.
Mengapa becak? Ayahanda Raeni memang bekerja sebagai tukang becak yang saban hari mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal. Pekerjaan itu dilakoni Mugiyono setelah ia berhenti sebagai karyawan di pabrik kayu lapis.  Sebagai tukang becak, diakuinya, penghasilannya tak menentu. Sekira Rp10 ribu – Rp 50 ribu. Karena itu, ia juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp450 ribu per bulan.
Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. Sempurna. Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus sehingga ia ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96. Dia juga menunjukkan tekad baja agar bisa menikmati masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarganya.
“Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi,” kata gadis yang bercita-cita menjadi guru tersebut.
Tentu saja cita-cita itu didukung ayahandanya. Ia mendukung putri bungsunya itu untuk berkuliah agar bisa menjadi guru sesuai dengan cita-citanya.
“Sebagai orang tua hanya bisa mendukung. Saya rela mengajukan pensiun dini dari perusahaan kayu lapis agar mendapatkan pesangon,” kata pria yang mulai menggenjot becak sejak 2010 itu.
Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan,apa yang dilakukan Raeni membuktikan tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.
“Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni tetap bersemangat dan mampu menunjukkan prestasinya. Sampai saat ini Unnes menyediakan 26 persen dari jumlah kursi yang dimilikinya untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni,” katanya.
Ia bahkan yakin, dalam waktu tak lama lagi akan terjadi kebangkitan kaum dhuafa. “Anak-anak dari keluarga miskin akan segera tampil menjadi kaum terpelajar baru. Mereka akan tampil sebagai eksekutif, intelektual, pengusaha, bahkan pemimpin republik ini,” katanya.
Harapan itu terasa realistis karena jumlah penerima Bidikmisi lebih dari 50.000 per tahun. Unnes sendiri menyalurkan setidaknya 1.850 Bidikmisi setiap tahun.

Yaaa, dia adalah Raeni seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang yang menurut saya dia itu luar biasa cerdas. Hal yang membuat saya terharu yaitu perjuangan Ayahnya yang berprofesi sebagai tukang becak untuk menyekolahkan putri bungsunya tersebut. Ma Sya Allah, sebegitu besar tekad seorang Ayah dalam mewujudkan cita-cita putrinya.

Dan setelah baca, saya pun rindu dengan Bapak saya, yaap beliau pun juga sama pengorbanannya dengan Ayahnya Raeni ini. Bapak bangun dari jam 4 pagi demi mempersiapkan dagangan bubur ayamnya dan kembali istrirahat sekitar jam 12 malam karena beliau juga membuat rempeyek kacang. Namun sayang, anak mu ini tidak terlalu membuatmu bangga ya pak.
Jangankan di foto seperti artikel di atas, rangking 1 di kelas pun aku tidak bisa mewujudkannya. Apalagi saat ini setelah sudah bekerja, kasih uang pun jarang dan tidak banyak.

Maaf ya pak, masih belum bisa bikin Bapak bangga lahir batin. Aku cuma bisa doain bapak agar bapak selamat dunia dan akhirat serta selalu diberikan kesehatan. Aku sayang Bapak

*ditulis dengan mata masih berebes mili*

Wassalamualaikum

Monday, June 9, 2014

Godaan Wanita yaitu BOROS!!

Assalamualaikum deary,

Alhamdulillah sudah memasuki usia kehamilan 6 bulan, sudah merasakan gerakan bayi yang semakin aktif. Perut masih belum terlalu buncit tapi kalau naek Commuter Line uda PD aja bilang "Saya lagi hamil" hehehe . Komentar-komentar mengenai perut saya yang masih kecil ini bermacam-macam ada yang bilang kalau calon bayi saya ini kemungkinan laki-laki, ada yang bilang pinggang saya panjang, malah ada juga yang bilang *menurut saya ini paling menyakitkan* kalau  saya kurang makan dan gizi. hmmm yasudahlah ya saya senyumin aja daripada jadi stress nanti terbawa ke calon bayi :)

By the way, judul postingan di atas ini timbul begitu saja saat saya lagi mikirin belanja buat kebutuhan bayi. Suatu hari teman saya yang istrinya sedang hamil 7 bulan bercerita kalau dia dan istrinya habis belanja buat kebutuhan calon bayi nya hingga mencapai 3 juta rupiah itupun masih kurang dan masih ada yang perlu dibeli. Alamak, banyak nian pikirku

Mungkin yang namanya wanita itu bakal semangat banget sama yang namanya belanja, hang out, jalan-jalan terutama ke mall. Apalagi ada yang bayarin a.k.a suami si atm berjalan. Tapi yang namanya rejeki ga ada yang tau, oke kalau hari ini lagi alhamdulillah banyak rejeki nya tapi belum tentu bulan depan *ini untuk yang gajinya bulanan ya cin* bakal makmur kaya bulan ini. Ditambah lagi kalau uangnya itu digunakan untuk ke dokter kandungan yang alhamdulillah bikin kantong kempes kalau abis dari sana :(( tapi ya gapapa lah demi liat yang tersayang apa juga rela *sambil elus-elus dompet*.

Walaupun saya dan suami sama-sama bekerja tapi alhamdulillah selalu PAS kebutuhannya. PAS disini dikatakan karena setiap gajian disisihkan untuk kredit rumah, tabungan biaya persalinan my baby dan kebutuhan selama sebulan. Well, selama hamil 4bulan pertama saya jarang masak karena masalah hormonal mual muntah jadi membengkaklah biaya bulanan kami. Tapi Alhamdulillah kok yang penting masih bisa makan enak karena calon bayi kadang suka minta makanan di restaurant yang budgetnya 100ribu *ini mau ibu nya juga sebenarnya* hehehe. Apa juga harus disyukuri biar Allah tambah lagi rejekinya, Aamiin

Hal yang menjadi perhatian saya itu, apa boleh ya kita BOROS?

Boleh aja asal menyisakan buat tabungan,
Boleh saja ga setiap saat ini Boros nya, 
Boleh boleh kok mumpung masih single nikmatin dan puas-puasin lah uang dari jerih payah sendiri ini.
Boleh asal hati senang, pikiran stress hilang :D

dan masih banyak alasan lainnya yang menjadi pembelaan kita terhadap sifat jelek yang satu ini. 

Yuk ada satu ayat Al-Quran yang mengusik pikiran saya.
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).
Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).”

Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8: 474-475).

Naudzubillah, saya tidak mau jadi temannya setan :((

Penyakit boros ini biasanya diderita oleh kaum hawa yang sudah termakan fashion dan gaya hidup. Terlebih lagi kalau lingkungannya juga menerapkan gaya hidup ini hmmm makin banyak godaannya. Dan setelah mengetahui kalau nanti bakal punya teman setan ya mendingan berubah aja kali ya. Mulai hamil bulan ke 5 mulai bawa bekal ke kantor, walaupun cuma nasi sama telor ceplok dan sayurnya beli di kantin kantor. Pastinya kalau libur saya mulai masak lagi agar lebih hemat pengeluaran belanjanya. Untuk keperluan bayi seperlu nya saja yaitu keperluan yang dibutuhkan saat dia baru lahir ke dunia. Walaupun ini calon anak pertama yang memang semuanya belum dia miliki, yang mana kesempatan banget untuk memanjakkan si buah hati tapi in syaa Allah akan saya biasakan untuk lebih bijaksana menggunakan uang. Rencananya belanja saat usia kandungan 7-8 bulan deh biar fokus sama puasa dulu :)

Bukan Pelit ya, tapi ga Boros, 

Bismillah, semoga berhasil menahan godaan syetan untuk beli yang macem-macem :) ngomong-ngomong sampai saat ini saya belum beli baju khusus ibu hamil malahan masih pake baju kemeja yang kancing bawahnya uda pada meletet saat dikancing, hehe ketawan deh iritnya. Sekarang lagi bikin gamis yang cucok buat ibu hamil dan menyusui biar ga dua kali keluar uang lagi :)

sekian ah, waktunya kerja lagi.

Wassalamualaikum
achazellacious

Tuesday, June 3, 2014

Nuansa Pengantin Baru

Assalamualaikum dear,

Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah masih diberi nikmat ngetik dan kesadaran untuk bersih-bersih blog yang sudah usang ini. Sekarang banyak teman-teman saya yang sesama muslimah melenggang ke pelaminan, senang rasanya karena mereka sudah melepas masa lajangnya. Namun yang menggangu buat saya yaitu update status-status para pengantin baru ini yang menurut saya agak "lebay". 

Contoh saja ada muslimah yang kemana-mana upload foto bareng sama suaminya dengan hastag #pertamakalikami ke pasar, #pertamakalikami nonton bioskop , #pertamakalikami sarapan , beserta foto-fotonya, hmmm bukan bermaksud iri ya tapi menurut saya ini berlebihan.

Ada lagi contoh yang lain misalnya, aduh senangnya punya suami yang soleh, ganteng dan bisa mengerti keadaan istrinya. Ga salah memang, yang salah itu frekuensi dia update status itu di sosial media, tidak hanya sekali dalam sehari namun lebih, yang mengganggu news feed orang lain dan yang membaca tentu saja tidak semuanya sudah menikah.

Memang sih ya namanya pengantin baru ini perasaannya sedang berbunga-bunga penuh dengan cinta dan rasa bahagaia tapi perhatikan juga perasaan teman di social media yang baca postingan kita. Bagaimana perasaannya? Apalagi yang belum punya pasangan, pasti mereka merasa sedih dan berfikir "Ya Allah, Aku Kapan?" Ya bagus sih menjadi motivasi, tapi kalau yang baru lulus SMA terpengaruh bagaimana? Teman saya ada yang ter"kompor" untuk menikah muda namun masih bisa dikatakan dia belum mampu untuk berumah tangga, karena membaca status di social media para teman wanitanya yang sudah menikah, teman saya pun pembicaraannya sedikit-sedikit selalu menyerempet ke arah pernikahan. Ini yang saya takutkan, usia masih belasan tahun namun pemikirannya belum matang dalam menyelesaikan masalah dan sepertinya juga belum bisa masak, hheehe (sama sih saya juga).

Maaf, tulisan ini saya buat bukan untuk menyinggung siapapun. Namun agar para muslimah yang sudah menikah alangkah baiknya tetap memperhatikan dan menjaga perasaan saudaranya sesama muslim. Ya memang wanita itu tidak bisa menahan perasaan-perasaan yang terjadi pada hidup mereka dan memang di social media itu kita bebas melakukan apa saja, tapi please jaga perasaan orang lain juga yuk :)

hanya intermezo disaat jam pulang kerja 

Wassalamualaikum,

achazellacious

Thursday, May 8, 2014

Gamis Shafiyyah Candy

Assalamualaikum Reader,

Alhamdulillah sudah masuk bulan Mei, nah kali ini HS_Shop ingin memperkenalkan produk baru yaitu Gamis Shafiyyah Candy. Gamis ini sama seperti Gamis Shafiyyah sebelumnya yaitu model full remple (lipit) depan dan belakang. Lebar dan dijamin bebas bergerak kemana saja karena Gamis ini berukuran sangat lebar. Ada kata-kata Candy dibelakangnya yaitu berkonotasi Manis sesuai dengan warnanya, perpaduan warna nya membuat kita merasa seperti princess deh.







Silahkan SMS/WA ke 0815-1432-9750 atau  pin BB ke 769F808B untuk ketersediaan warna dan detail bahan :)

follow twitter kami @hs_shop
dan like fanpage kami  HS-Shop
Jazakumullah Khoiron Katsir

Wassalamualaykum

Friday, April 25, 2014

Nailah Skirt

Assalamualaikum,

Alhamdulillah peminatnya Nailah skirt sudah banyak loh, jadi seneng deh. Nailah skirt ini rok yang ringan dengan bahan denim. Cakep banget digunain saat santai dan semi formal :)


Nailah Black

Nailah Maroon

Nailah Biru Dongker
Hubungi Contact diatas ya untuk ketersediaan barang dan Pre Order.

Wassalamualaikum

achazellacious

Wednesday, April 23, 2014

Robli Habli Minash Sholihin

Assalamualaikum,


Alhamdulillah masih diberi mood untuk menulis, namun saat ini ingin menulis dengan tema yang baru, tema yang saya tunggu-tunggu, tema sesuatu yang selama ini saya pendam-pendam, tema yang kalo selalu ada prolog "kalo nanti hamil" mau nulis yang lengkap ah, ahhhh pokoknya kebayang sama hal yang indah-indah deh.

yang namanya denger orang hamil itu rasanya amazing, kepo gimana biar berhasil dan yang pasti jadi ikutan seneng. Nah, hal itu saya rasakan setelah tetangga duduk di kantor (hayah tetangga duduk?!) namanya mba Mitta, hamil anak kedua yang dimana beliau sangat menantikan kehadiran buah hati yang kedua ini. Aura orang hamil pasti beda kan ya, tiap hari raut wajahnya terpancar dengan kebahagiaan #tsaah. Dalam hati "Ya Allah, pengeeeen".

Sudah banyak orang yang bertanya-tanya tentang "kosong" nya perut ini, terutama mama mertua. Agak serem-serem gimana gitu kalau mertua yang tanya. Mamaku sih Alhamdulillah tidak pernah bawel ya soal momongan yang tidak kunjung datang begitu juga waktu kakakku yang pertama menikah saat belum ada tanda-tanda kehamilan, mama easy go aja gitu.

Selama ini menjelang detik-detik menuju haid perasaannya cemas, berharap dan kalau tidak berhasil yah kecewa dan agak sedih. hmmm tapi mungkin memang belum rejeki.

Hingga suatu hari..

22 Januari 2014
Saat itu saya lagi nanya-nanya tentang gimana kehamilannya mba mitta, 
"gimana mbak? uda dapet duduk di kereta belum?"
"uda mulai ngusir-ngusirin orang yang di prioritas syah,hehe semoga cepet nyusul ya" jawabnya
"Aamiin, ini aku belum 'dapet-dapet' mbak, sebulannya berarti nti tanggal 25"
"Waah semoga jadi deh syah"
"Gak tau deh mba, aku engga yakin soalnya badan ku fit-fit aja nih, hehee" dalam hati mah Aamiin Ya Allah

Sebelumnya mba Mitta pernah kasih gejala-gejala waktu hamil anak pertama dulu, kalau sakit atau badannya merasa meriang atau mau masuk angin, muntah-muntah, batuk, flu itu jangan minum obat dulu. Bisa jadi itu HAMIL!.

25 Januari 2014
Tanggal yang dinanti-nanti tiba, tepatnya sebulan sudah dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) si "merah" belum juga datang, saya masih merasa deg-degan gini. Apa iya? soalnya 2 bulan yang lalu juga pernah telat seminggu dan di TP pertama saat telat 2 hari itu negatif, TP kedua saat telat hari ke-7 juga negatif, dan siangnya keluarlah si "merah". Hmmm mungkin sayanya kecapean saat itu karena outing kantor waktu itu. Lagipula felling suami juga engga yakin kalo saya hamil *jadi pengen toyor suami*

Dan setelah dapat perbekalan dari kakak yang bekerja di apotik jadi punya deh TP yang harganya murah dan dapet banyak. Hasil googling sih katanya lebih nyata garisnya kalo pake TP yang lebih murah harganya, selain itu juga kalo TP nya hasil negatif toh saya engga nyesek-nyesek banget buang-buang 10ribu-20ribuan hehehe (tetep yeee emak-emak perhitungan)

Voilaaa, abis buang air kecil subuh-subuh saya cek TP dulu, trus saya diemin tuh terus saya tinggal mandi.

Yang namanya mandi pasti engga bawa stopwatch kan ya ke kamar mandi, jadi saya gatau tuh uda 5 menit atau malah kelamaan dibaca hasil TP nya, 

Satu Garis

Diem, dan dalam hati berkata sambil nenangin diri "mungkin kamu kecapean syah"

Sambil saya amatin kok ya kaya ada garis-garis samaaaaaar banget disebelah garis yang nyata itu, ahhh mungkin karena saya kelamaan bacanya kali ya, pikirku. Kemudian buang hasil TP *pluuung*, tapi sejam kemudian diambil lagi dari tempat sampah untuk dilihat, heheh tapi tetep aja samar.


26 Januari 2014
Minggu Pagi ini kebetulan Suami libur dan saya pun kembali penasaran sama hasil TP kemarin, 
"hmmm, coba lagi engga ya, ah tapi kalau engga berhasil kecewa lagi"

Masih galau, but belum buar air kecil nih,
"ah coba ah, murah ini TP nya" gubraaak faktor ekonomi yang jadi penyemangat buat TP

Cara coba nya agak berbeda dari kemarin, perubahannya saya tungguin.

Hasilnya...

Satu Garis Nyata dan Satu Garis yang samar itu sama kaya kemarin tapi lebih terlihat (ngerti ga ya bayanginnya) hehehe

Masih engga yakin, apa jangan-jangan TP nya salah kali ya, apa karena murah jadi engga valid hasilnya. Hmm TP kali ini engga saya buang, rencananya kalo sampe telat 7 hari baru mau test lagi dengan merek yang lebih terkenal di pasaran dan lebih mahal. 

27 Januari 2014
Hari seninnya saya sudah beli TP di swalayan dekat rumah dengan merek Sens*t*f niatnya mau dipakai hari sabtu atau minggu.

28 Januari 2014
Engga sampe seminggu ternyata saya sudah berkhianat untuk melakukan test lagi *tepok jidat* . Penasaran banget sama “si Garis samar” di minggu pagi itu. Sambil menunggu hasil TP saya berdoa "Ya Allah berikanlah yang terbaik". dan ternyataaa
Hasilnya SAMA seperti TP yang dengan merek yang murah itu.

Masih ga percaya, bingung, dan alhasil acara mandi pagi hari itu jadi engga konsen karena terus-menerus ngeliatin hasil TP yang seperti itu.

Setelah selesai mandi, saya tunjukin hasil TP ke Suami yang masih ngulet di kasur. Suami yang dikasih TP langsung bangun dan tanya
"kalau garisnya kaya gini berarti apa?"
*Gubraaaaak, engga gaul banget ini laki gw*
"Itu tandanya positif sayang, tapi masih samar. Hasilnya sama kaya pake TP yang kemarin"
"yauda nanti hari sabtu kita cek ke dokter ya" kata suami
atas: merk lotus, bawah: merk sensitif

1 Februari 2014
Hari sabtu ini alhamdulillah sudah gajian dan pagi-pagi uda cusss ke dokter kandungan di daerah kukusan depok. Ditangani sama dr Dewi dan kata beliau sudah ada kantong janinnya. Kata dokter Usia kandungannya kira-kira 4-5 mingguan.

Alhamdulillah, Akhirnya...

Terjawab sudah kegundahan kami berdua, kegelisahan kami yang sudah ditanya-tanya orang mengapa belum isi? kapan isi? atau yang lebih menyakitkan "kalian nunda ya?" hmmmm

Terjawab sudah kesuburan tubuh kami, yang selama ini kami risaukan. Sempat berencana kalau sampai satu tahun pernikahan belum ada tanda-tanda kami ingin periksakan ke dokter.

Terjawab sudah doa-doa kami yang selalu dipanjatkan sehabis solat. Ya Allah terima kasih atas nikmat karunia-Mu yang tiada tergantikan ini.

Untuk Calon Bayi yang ada di perut mamy, sehat terus ya nak, yang betah disana. Maafin mamy kalau sering muntah dan terkadang ngerasa sedih tidak bisa memberikan yang terbaik untuk mu. Mamy Papy sayang Kakak :)

16 April 2014
Alhamdulillah sekarang kakak sudah memasuki usia kandungan 17 Week, dan foto dibawah ini adalah saat kakak 16w. Belum kelihatan jenis kelaminnya, tapi hal itu tidaklah penting buat saya yang penting baby sehat, sempurna dan menjadi anak yang soleh. Aamiin Allahuma Aamiin



Wassalamu'alaykum
Felling Happy,

achazellacious